Hindari Kebiasaan Mandi Pemicu Iritasi Pada Kulit

Wanita mandi
Ilustrasi wanita berendam di air. Foto: pixabay.com.


Mandi pagi dan sore hari paling sering dianjurkan karena dapat menyehatkan jasmani dan rohani serta menghilangkan bakteri jahat penyebab penyakit kulit. 

Sebelum mandi, perhatikan juga kondisi perlengkapan mandi dan hal penting lainnya, agar terhindar dari gangguan kesehatan. 

Jika kulit Anda terasa lebih kering, sering terjadi gatal-gatal dan infeksi, setelah selesai mandi, maka hindari hal-hal berikut ini seperti dikutip dari kompas.com 

1#. Mandilah dengan air pancuran yang masih beruap 

Kebiasaan ini bisa membuat kulit menjadi kering, karena air yang terlalu panas bisa memicu eksim pada kulit. 

Hindari mandi saat air masih mengeluarkan uap, ini tandanya suhu air masih terlalu panas untuk kulit Anda. 

Dokter kulit menyarankan Anda tidak perlu mandi dengan air yang terlalu panas untuk mendapatkan efek menghangatkan atau menenangkan.

Cara mudahnya adalah dengan membiarkan air menguap terlebih dahulu, yang akan menghangatkan seluruh ruangan terlebih dahulu. Jika sudah cukup hangat, turunkan sedikit suhu air lalu mandi dan basuh kulit. 

Dengan cara ini Anda dapat menikmati panasnya tanpa mengiritasi kulit Anda. 

2#. Gunakan sabun antibakteri setiap kali mandi

“Sabun dengan kandungan antibakteri yang digunakan setiap hari bisa lebih membahayakan kulit daripada melindunginya”

Pasalnya, sebagian besar sabun antibakteri mengandung deterjen keras yang dapat menghilangkan seluruh minyak alami pada kulit sehingga membuat kulit rentan kering dan iritasi, lanjut dr Piliang. 

Terlebih lagi, triclosan, bahan antibakteri yang digunakan dalam beberapa sabun, telah dikaitkan dengan masalah kesehatan yang lebih serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan bahwa triclosan tidak beracun bagi manusia, namun penelitian pada hewan menunjukkan bahwa triclosan dapat mengubah kadar hormon. 

Penelitian laboratorium lain juga menemukan bahwa bahan kimia tersebut berkontribusi terhadap perkembangan resistensi antibiotik. Dr Piliang menyarankan Anda tidak perlu menggunakan sabun antibakteri setiap hari. 

Carilah produk yang bebas pewangi dan mengandung pelembab. 

3#. Menggunakan spons kasar 

Menurut Robynne Chutkan, MD, pendiri Digestive Center for Women di Chevy Chase, Maryland, dan penulis The Microbiome Solution, menggosok tubuh dengan spons sebenarnya tidak diperlukan jika tubuh tidak terkena kotoran yang terlihat. 

Cukup gunakan spons pada area lipatan seperti lipatan tangan dan kaki, ketiak, dan selangkangan. Pasalnya, menggosok seluruh bagian kulit menggunakan spons dapat menghilangkan minyak alami, serta bakteri “baik” yang penting untuk kesehatan kulit. 

Faktanya, bakteri “baik” ini dapat membantu Anda melindungi diri dari jerawat dan eksim. 

4#. Tidak membersihkan pisau cukur

Pisau cukur yang tidak dibersihkan setelah digunakan, apalagi disimpan di kamar mandi yang lembap, bisa menjadi sarang kuman. 

Itu sebabnya Anda perlu membilasnya dengan air panas sebelum dan sesudah digunakan, kata Sanford Vieder, MD, dari Lakes Urgent Care di Michigan.

Melewatkan langkah ini dapat menyebabkan infeksi kulit, terutama jika pisau cukur melukai kulit Anda.

“Selain membersihkannya secara rutin, pastikan pisau cukur tidak tumpul untuk menghindari luka pada kulit dan infeksi. Alangkah baiknya jika Anda mengganti pisau cukur seminggu sekali jika sering digunakan,” tambah Dr Piliang. 

5#. Lupa memakai alas kaki

“Kutu dan kutil pada atlet bisa berasal dari kamar mandi umum,” Dr Piliang memperingatkan. “Mengenakan sepatu mandi atau sandal jepit saat Anda berada di kamar mandi umum dapat membantu menghindari masalah ini.”

Nah, jika Anda memutuskan untuk mandi di tempat yang banyak digunakan orang, seperti gym atau lokasi berenang, ada baiknya Anda menyediakan sandal khusus untuk mandi.