![]() |
| Cara menemukan emas di sungai. |
Berikut 5 cara efektif menemukan emas di aliran sungai, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia yang banyak sistem hidrotermal dan zona sesar:
1️⃣ Fokus di “Perangkap Alami” (Natural Trap)
Emas itu berat (BJ ±19,3), jadi dia akan berhenti di tempat arus melemah.
Cari di:
👉 Belokan sungai bagian dalam
👉 Di belakang batu besar
👉 Celah batuan dasar (bedrock crack)
👉 Di bawah air terjun kecil
👉 Di pertemuan dua aliran
📌 Prinsipnya: arus melambat = emas mengendap
2️⃣ Cek Kontak dengan Batuan Dasar (Bedrock)
Kalau masih ketemu batuan dasar keras (andesit, sekis, batuan teralterasi), peluang lebih bagus.
✍️ Emas jarang “menggantung” di pasir lepas tebal.
Biasanya dia:
👉 Masuk ke rekahan
👉 Terjebak di celah bedrock
👉 Menempel di zona oksidasi
Kalau sungai sudah terlalu dalam endapan lumpurnya → peluang menurun.
3️⃣ Perhatikan Indikator Mineral Berat
Saat dulang, lihat konsentrat hitamnya. Indikator bagus:
✍️ Magnetit
✍️ Hematit
✍️ Ilmenit
✍️ Pasir hitam pekat
✍️ Butiran pirit teroksidasi
Kalau konsentrat berat banyak → potensi emas ikut mengendap.
⚠️ Tapi ingat: pasir hitam banyak ≠ pasti emas banyak. Harus tetap diuji dulang.
4️⃣ Telusuri Hulu ke Arah Sumber
✍️ Kalau hilir ada serpihan emas kecil, jangan puas di situ.
Naik ke hulu dan perhatikan:
👉 Zona sesar
👉 Singkapan urat kuarsa
👉 Batuan limonit/oksidasi merah-kuning
👉 Rekahan yang terisi kuarsa
✍️ Emas aluvial pasti ada sumber primernya.
5️⃣ Uji Dulang Secara Sistematis (Jangan Acak)
Kesalahan banyak penambang:
✍️ Dulang di satu titik lalu pindah tanpa pola.
Metode lebih efektif:
✅ Buat grid jarak 5–10 meter
✅ Catat hasil tiap titik
✅ Ikuti arah kenaikan kadar
✍️ Kalau butiran makin kasar dan makin banyak → Anda mendekati sumber.
🎯 Kunci Utama
Emas sungai bukan soal keberuntungan, tapi:
👉 Membaca arus
👉 Memahami geologi
👉 Disiplin uji lokasi
👉 Sabar

Komentar
Posting Komentar