Analisis Geomorfologi: Indikasi Zona Sesar Mendatar pada Bentang Alam Terkikis

Fitur dengan indikasi zona sesar.

Gambar topografi tersebut memang menunjukkan fitur-fitur yang sangat karakteristik bagi sebuah zona sesar (fault zone), terutama jika dilihat dari pola kelurusan punggungan dan lembahnya.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa area dalam gambar tersebut secara geomorfologi mirip dengan zona sesar:

Analisis Fitur Topografi

✅ Linearitas Lembah (Fault Trace)

Terdapat pola lembah yang lurus dan memanjang secara diagonal melalui tengah gambar. Di geologi, ini sering disebut sebagai linear valley yang terbentuk karena batuan di sepanjang jalur sesar lebih mudah tererosi akibat hancur secara mekanis.

✅ Punggungan Terpotong (Offset Ridges)

Jika diperhatikan, beberapa punggungan bukit tampak seolah-olah "tergeser" atau tidak menyambung secara lurus dengan pasangan bukit di seberang lembah. Ini adalah indikasi kuat adanya pergeseran mendatar (sesar strike-slip).

✅ Kerapatan Drainase

Pola aliran air atau celah-celah kecil cenderung mengikuti garis lurus yang sama, menunjukkan adanya zona lemah di bawah permukaan.

Kemungkinan Jenis Sesar

Berdasarkan visualisasi tersebut, fitur ini paling menyerupai Sesar Mendatar (Strike-Slip Fault). Di Indonesia, kenampakan seperti ini sangat umum ditemukan pada:

✅ Sesar Semangko (Patahan Besar Sumatra).

✅ Sesar Palu-Koro di Sulawesi.

✍️ Catatan

Untuk memastikan apakah ini benar-benar sesar aktif, ahli geologi biasanya melakukan verifikasi lapangan untuk mencari bukti fisik seperti batuan yang hancur (breksiasi) atau cermin sesar (slickensides), dan kuarsa.




Komentar