![]() |
| Area coklat atau garis kuning itu adalah batas kontak dengan urat kuarsa dan disitulah emas ekonomis mengendap. |
⚒️ Kesalahan Umum Penambang Emas
Banyak penambang masih terjebak pada satu pola pikir:
✍️ kuarsa = emas.
Akhirnya yang dikejar hanya bongkahan kuarsa putih yang sudah “dibetel”, dipukul habis sampai halus.
Padahal dalam sistem urat hidrotermal, emas sering kali tidak dominan di tengah kuarsa masif, tetapi justru berada di:
👉 Batas kontak urat dan batuan samping (wall rock
👉 Zona rekahan dan breksiasi
👉 Zona alterasi (silisikasi, argilik, limonitisasi)
👉 Zona geser yang menjadi jalur fluida
✅ Kenapa bisa begitu?
Karena emas terbawa oleh fluida hidrotermal. Saat fluida naik dan bertemu perubahan tekanan, suhu, atau reaksi kimia di batas kontak, di situlah emas mengendap.
👉 Kuarsa hanyalah “kendaraan” fluida.
👉 Zona kontak adalah “tempat parkir emasnya.”
🧠 Pola yang Sering Terjadi di Lapangan
👉 Kuarsa putih bersih, keras, masif → sering minim kadar.
👉 Kuarsa retak-retak, berkarat, bercampur batuan samping → justru lebih prospek.
👉 Dinding kontak yang rapuh, teroksidasi → sering jadi perangkap emas sekunder.
🎯 Intinya
✅ Bukan semua kuarsa itu emas.
✅ Tapi hampir semua emas urat lahir dari zona lemah dan batas kontak.
Kalau hanya fokus pada bongkahan kuarsa,
👉 Anda mungkin menghancurkan batu…
👉 tapi melewatkan harta karun di dinding.
Pesan edukasinya
Kalau mau serius membaca potensi: Jangan hanya memecah batu yang sudah lepas.
👉 Pelajari geometri uratnya.
👉 Bongkar batas kontaknya.
👉 Baca struktur dan zonanya.
Karena emas itu mengikuti zona lemah regional, bukan sekadar batu putih yang kebetulan keras.

Komentar
Posting Komentar