![]() |
| Kuarsa kontak dengan batuan hijau. |
Singkatnya: Iya, batuan hijau (greenstone belt) sangat terkenal sebagai salah satu lingkungan geologi yang PALING PROSPEK dan PENGHASIL EMAS DUNIA.
Kuarsa yang berada dalam kontak dengan batuan hijau adalah salah satu indikator kunci (indicator mineral) yang sangat baik untuk mencari endapan emas.
Mari kita bahas lebih detail:
Apa itu Batuan Hijau (Greenstone Belt)?
Batuan hijau adalah istilah untuk sekumpulan batuan vulkanik dan sedimen berumur sangat tua (biasanya Arkean, >2,5 miliar tahun) yang telah mengalami metamorfosis tingkat rendah hingga menengah. Warnanya hijau karena mengandung mineral-mineral seperti klorit, epidot, dan aktinolit.
Batuan Utamanya: Biasanya basalt (lava laut dalam), komatiit (lava sangat panas), serta batuan sedimen seperti sabak dan besi formasi (banded iron formation - BIF).
✅ Lingkungan Pembentukan: Kerak bumi purba, sering di daerah vulkanik dan cekungan sedimentasi.
Mengapa Batuan Hijau Sering Mengandung Emas?
Emas di batuan hijau terbentuk melalui proses hydrothermal. Intinya:
1. Sumber Fluida
Air panas yang kaya akan mineral terlarut bersirkulasi di kerak bumi.
2. Sumber Logam
Fluida ini "mencuci" logam-logam berharga (seperti emas, perak) dari batuan sekitarnya.
3. Perangkap dan Pengendapan
Ketika fluida panas ini bergerak ke atas dan mencapai zona tekanan/ suhu yang lebih rendah, atau bereaksi dengan batuan tertentu, mineral-mineral (termasuk kuarsa dan emas) mengendap, membentuk urat (vein).
Peran Kuarsa dalam Konteks Ini
Kuarsa (SiO₂) adalah mineral pengikat utama dalam urat hidrotermal. Prosesnya sering seperti ini:
✅ Kuarsa sebagai Pembawa
Fluida hidrotermal yang membawa emas juga jenuh dengan silika.
✅ Pengendapan
Ketika fluida mendingin atau tekanannya turun, silika (berbentuk kuarsa) mengendap lebih dulu, membentuk urat. Emas dan mineral sulfida (seperti pirit/chalcopyrite) sering mengendap bersamaan atau sesudahnya di dalam atau di sekitar urat kuarsa tersebut.
👉 Zona Kontak
Kontak antara batuan hijau yang kaya besi-magnesium (mafik) dengan urat kuarsa yang kaya silika (felsik) sering menjadi lokasi reaksi kimia yang ideal untuk mengendapkan emas yang terlarut dalam fluida.
Ciri-Ciri Endapan Emas di Batuan Hijau (Greenstone-Hosted Gold)
1. Urat Kuarsa (Quartz Veins): Ini adalah sasaran utama eksplorasi. Bisa berupa:
✅ Urat Rembang (Lode veins): Urat besar yang terkontrol sesar.
✅ Stockworks: Jaringan urat-urat kecil.
✅ Urat di Breksi: Kuarsa mengisi rekahan pada batuan yang hancur.
2. Mineral Asosiasi (Indicator Minerals):
👉 Pirit (Emas Pongkor/Fool's Gold)
Sangat umum. Emas sering ditemukan berasosiasi dengan pirit (terinklusi di dalamnya atau di tepinya).
👉 Mineral sulfida lain
Chalcopyrite (tembaga), Galena (timbal), Sphalerite (seng).
👉 Alterasi
Batuan di sekitar urat biasanya berubah warna dan komposisi menjadi zona alterasi, seperti:
- Silisifikasi: Menjadi lebih keras dan kaya kuarsa.
- Karbonatisasi: Muncul mineral karbonat (kalsit).
- Serisitisasi: Muncul mineral lempung putih halus.
- Piritisasi: Tersebarnya pirit di batuan samping.
Contoh Dunia Nyata
- Kalgoorlie Super Pit (Australia Barat): Tambang emas terbesar di Australia, berada di greenstone belt.
- Red Lake (Kanada): Distrik emas kelas dunia.
- Kusasalethu & Mponeng (Afrika Selatan): Meski di Witwatersrand, konsepnya mirip.
✅ Beberapa Lokasi di Indonesia
Beberapa wilayah di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua memiliki analogi dengan greenstone belt, meski umur dan konteks tektoniknya mungkin berbeda.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Kuarsa di Batuan Hijau?
1. Observasi Detail:
- Lihat tekstur urat kuarsa: Apakah massive, berongga (vuggy), berlapis?
- Cari mineral sulfida di dalam/sekitar kuarsa, terutama pirit.
- Perhatikan warna dan kekerasan batuan samping (alterasi).
2. Sampling: Ambil sampel representatif untuk dianalisis.
3. Uji Laboratorium: Analisis fire assay adalah standar untuk mengetahui kadar emas. Analisis petrografi/ mineragrafi juga bisa melihat bentuk dan asosiasi emas.
Kesimpulan
Kuarsa yang berada dalam kontak dengan batuan hijau adalah target eksplorasi emas yang sangat klasik dan penting.
Kehadirannya menunjukkan adanya aktivitas hidrotermal yang berpotensi membawa dan mengendapkan emas. Namun, tidak semua urat kuarsa di batuan hijau mengandung emas ekonomis.
Keberadaan emas harus dikonfirmasi dengan pencarian mineral sulfida (terutama pirit) dan yang terpenting, analisis kimia di laboratorium.
Jadi, Menemukan kuarsa kontak batuan hijau itu prospek, dan atau layak untuk ditindaklanjuti dengan investigasi yang lebih serius.

Komentar
Posting Komentar