Laterit Tidak Bisa Dipaksa: Putaran Pelan, Recovery Emas Maksimal

Tanah laterit.

Istilah "Gelondong" dalam dunia pertambangan rakyat merujuk pada alat penggiling batuan (tromol) yang menggunakan merkuri atau media penghancur lainnya untuk memisahkan emas dari batuan induknya.

Hubungan antara zona laterit (seperti yang ada di foto) dengan penggunaan gelondong kecepatan rendah sangat erat kaitannya dengan karakteristik materialnya. Berikut adalah analisisnya:

1. Karakteristik Material Laterit

Material dalam foto, cenderung bersifat lempung (clayey) dan berpasir dengan fragmen batuan yang sudah mulai lapuk (saprolit).

✅ Masalah

Lempung memiliki sifat lengket. Jika digiling dengan kecepatan tinggi, lempung seringkali menggumpal dan membungkus butiran emas (coating), sehingga emas tidak bisa bereaksi dengan merkuri.

2. Mengapa Harus Kecepatan Rendah?

Untuk material laterit/saprolit, kecepatan rendah lebih efektif karena:

✅ Disintegrasi Sempurna

Memberi waktu bagi air dan media penggiling (bola besi/batuan) untuk menguraikan gumpalan lempung secara perlahan tanpa membuatnya menjadi "bola lempung" yang keras.

✅ Kontak Merkuri yang Halus

Emas di zona laterit seringkali berukuran sangat halus (fine gold). Kecepatan rendah mencegah merkuri "pecah" menjadi butiran-butiran mikroskopis (flouring) yang justru akan hilang terbawa air saat pendulangan.

 ✅ Optimalisasi Gesekan

Kecepatan rendah memaksa terjadinya gesekan (attrition) antar material, yang sangat efektif untuk membersihkan permukaan butiran emas dari oksida besi agar mudah menempel pada merkuri.

✅ Kesimpulan

Penggunaan gelondong kecepatan rendah pada material laterit adalah langkah yang tepat untuk memaksimalkan recovery emas halus dan mencegah kehilangan merkuri. Kecepatan yang terlalu tinggi pada tanah liat merah hanya akan memboroskan energi dan menurunkan hasil tangkapan emas.



Komentar