Metode Sangrai: Cara Membakar Sulfida untuk Bebaskan Emas Terikat

Sangrai efektif membebaskan emas terikat Sulfida.

Metode sangrai (roasting) adalah salah satu teknik pra-olahan (pre-treatment) yang sangat penting untuk konsentrat sulfida (konsentrat coklat) sebelum ekstraksi emas. Metode ini bekerja dengan prinsip kimia dan panas, berbeda dengan metode fisika seperti penghalusan.

Berikut penjelasan lengkapnya:

✅ Prinsip Dasar Sangrai (Roasting):

Intinya adalah memasukkan konsentrat sulfida ke dalam suhu tinggi (biasanya 500°C - 800°C) dengan kondisi udara (oksigen) yang terkontrol. Tujuannya adalah untuk mengubah mineral sulfida yang menutupi/mengikat emas menjadi oksida logam dan gas belerang dioksida (SO₂).

Reaksi Sederhana:

Sulfida (misal: FeS₂/Pirit) + Panas + Oksigen → Oksida Besi (Fe₂O₃) + Gas SO₂ + PANAS

Mengapa Sangrai Diperlukan?

1. "Membakar" Sulfida

Mineral seperti pirit, arsenopirit, dan kalkopirit sangat stabil dan menghalangi proses ekstraksi emas (misalnya, sianidasi). Dengan menyangrai, struktur kristal sulfida dihancurkan.

2. Membebaskan Emas Terikat

Emas mikroskopis yang terperangkap dalam kristal sulfida akan terbebaskan karena matriks sulfidanya hancur dan berubah menjadi oksida yang lebih berpori.

3. Menghilangkan Pengganggu (Deportification)

Unsur-unsur seperti belerang (S) dan arsenik (As) akan menguap sebagai gas beracun (SO₂, As₂O₃). Ini membuat konsentrat lebih "bersih" untuk langkah selanjutnya.

Prosedur Sangrai Sederhana (Skala Kecil/Manual):

Peringatan Keras: Proses ini sangat berbahaya karena menghasilkan gas beracun dan melibatkan suhu ekstrem.

1. Alat:
 
✅  Wajan/wok tebal dari besi, atau panci besi yang sangat tahan panas (tidak disarankan pakai panci masak lagi).

✅ Sumber panas: Kompor gas kuat, tungku arang/kayu, atau burner propane.
  1.  Tongkat pengaduk dari besi.
  2.  Alat Pelindung Diri WAJIB: Masker respirator dengan filter gas (bukan masker debu biasa), sarung tangan tahan panas, kacamata, dan dilakukan di area terbuka dengan ventilasi sempurna (angin bertiup menjauhi orang).
2. Langkah:
  1. Keringkan konsentrat hingga benar-benar kering.
  2. Panaskan wajan di atas api.
  3. Masukkan konsentrat sedikit demi sedikit (jangan terlalu penuh).
  4.  Aduk terus-menerus seperti menggoreng agar panas merata dan material tidak menggumpal.
✅ Amati Perubahan:
  1. Awalnya akan muncul asap putih (uap air sisa).
  2. Kemudian muncul asap biru/abu-abu dan bau belerang yang sangat kuat (seperti korek api). Ini adalah gas SO₂ yang beracun. JANGAN DIHIRUP.
  3. Warnanya akan berubah dari coklat/emas pirit menjadi merah bata atau hitam kemerahan. Ini tanda pirit (FeS₂) telah berubah menjadi hematit/magnetit (Fe₂O₃/Fe₃O₄).
  4. Terus aduk hingga asap belerang habis dan material berwarna merah merata. Proses ini bisa memakan waktu 30 menit hingga lebih dari satu jam.
  5. Biarkan dingin. Hasilnya disebut kalsin (roasted product), yang akan lebih rapuh dan berpori.
Keuntungan & Kerugian Metode Sangrai:

✅ Keuntungan:

  1. Sangat efektif membebaskan emas dari sulfida yang membandel.
  2. Dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.
  3. Mengurangi jumlah material pengganggu untuk proses selanjutnya (seperti sianidasi).
Kerugian & Bahaya Utama:

1. Produk Gas Beracun:
  1.  Sulfur Dioksida (SO₂): Gas asam yang menyebabkan iritasi parah pada mata dan saluran pernapasan, serta hujan asam.
  2. Arsen Trioksida (As₂O₃): Jika ada arsenopirit. Ini adalah racun akut dan karsinogen. Sangat berbahaya.
2. Kehilangan Emas

Jika suhu terlalu tinggi (>800°C) atau ada chlorida, emas bisa menguap atau terperangkap dalam slag (terikat pada oksida besi yang meleleh).

3. Sulit Dikontrol

Pada skala manual, sulit mencapai suhu dan waktu yang optimal secara konsisten.

4. Pencemaran Lingkungan

Gas beracun akan langsung mencemari udara sekitar. Limbah padatnya pun masih mengandung logam berat.

Langkah Setelah Penyangraian:

Setelah menjadi kalsin (berwarna merah), material harus diolah lebih lanjut untuk mengambil emasnya:

1. Penghalusan (Grinding)

Kalsin yang sudah rapuh dihaluskan lagi menjadi bubuk halus.

2. Ekstraksi

Bubuk kalsin lalu diproses dengan
  1. Sianidasi: Menjadi jauh lebih efektif karena emas sudah terbebas.
  2. Peleburan Langsung (Smelting): Dicampur dengan fluks (borax, soda ash, silika) dan dilebur dalam tungku kecil. Sangrai membuat peleburan lebih mudah dan efisien.
  3. Pendulangan Ulang: Untuk melihat butiran emas bebas yang mungkin sudah terbebas.
Rekomendasi untuk Penambang Pemula:

Peringatan: Sangrai adalah metode tingkat menengah-tinggi dengan risiko serius. Tidak disarankan untuk pemula tanpa pengawasan dan pengetahuan yang memadai.

1. Alternatif Teraman

JUAL konsentrat sulfida Anda ke pengolah profesional yang memiliki roasting furnace dengan sistem pengendali polusi (scrubber). Mereka memiliki teknologi untuk menangkap gas beracun dan memulihkan logam dengan lebih baik.

2. Jika Ingin Mencoba (Hanya untuk Sampel Kecil):
  1. Lakukan di tempat terpencil, jauh dari permukiman, dan di bawah angin atau di luar ruangan.
  2. WAJIB pakai masker respirator dengan filter kimia (untuk asam gas) dan pelindung lengkap.
  3. Mulai dengan jumlah sangat kecil (misal 100 gram) untuk mempelajari reaksinya.
  4. Pastikan tidak ada anak-anak, hewan ternak, atau tanaman sensitif di sekitarnya.
  5.  Siapkan air atau pasir untuk pemadam darurat.
Kesimpulan:
Metode sangrai adalah alat yang sangat kuat untuk membuka emas terikat dalam konsentrat coklat, lebih efektif daripada penghalusan manual saja. Namun, risiko lingkungan dan kesehatannya jauh lebih besar karena melibatkan gas beracun.

Jalan terbaik adalah mengumpulkan konsentrat dan menjualnya. Jika Anda ingin belajar, lakukan hanya untuk tujuan edukasi dengan sampel kecil, di lokasi yang tepat, dan dengan perlindungan maksimal. Proses penambangan yang bertanggung jawab selalu memprioritaskan keselamatan dan lingkungan.


Komentar