![]() |
| Kuarsa memang sebagai inang emas, tapi lebih ke indikator mudah Untuk menemukan endapan emas sekitarnya. |
Memang benar bahwa kuarsa (SiO_2) adalah "teman setia" emas, tapi hubungan mereka sebenarnya lebih seperti tuan rumah dan penyewa.
Berikut adalah penjelasan mengapa emas sering ditemukan bersama kuarsa dan apa saja batuan induk yang sebenarnya:
1. Mengapa Kuarsa Sering Menjadi Inang?
Emas biasanya tidak terbentuk langsung di dalam kuarsa, melainkan terbawa oleh cairan hidrotermal (air panas kaya mineral) yang mengalir melalui retakan di kerak bumi.
✅ Proses Kristalisasi
Saat cairan mendingin, silika mengkristal menjadi kuarsa dan mengisi retakan tersebut (disebut sebagai vein atau urat).
✅ Presipitasi Emas
Di saat yang sama, emas yang terlarut dalam cairan tersebut ikut mengendap di sela-sela kristal kuarsa.
✅ Daya Tahan
Kuarsa sangat keras dan tahan terhadap pelapukan kimia, sehingga ia "melindungi" emas di dalamnya dalam waktu yang sangat lama.
2. Batuan Induk yang Sebenarnya (Host Rocks)
Secara teknis, "batuan induk" (host rock) adalah formasi batuan besar yang dipotong oleh urat kuarsa berisi emas tersebut. Beberapa jenis batuan yang sering menjadi tempat bersarangnya emas antara lain:
✅ Batuan Beku
Seperti Andesit, Diorit, atau Granit. Emas sering ditemukan di zona vulkanik tua.
✅ Batuan Metamorf
Seperti Sekis atau Slate. Tekanan tinggi pada batuan ini menciptakan retakan yang ideal untuk masuknya cairan pembawa emas.
✅ Batuan Sedimen
Terkadang emas ditemukan di lapisan batuan pasir atau konglomerat (sering disebut sebagai endapan placer purba).
3. Apakah Emas Selalu Punya Kuarsa?
Tidak selalu. Meskipun kuarsa adalah indikator paling umum, emas juga bisa ditemukan pada media lain:
✅ Sulfida
Emas sering "bersembunyi" di dalam mineral sulfida seperti Pirit (emas semu) atau Kalkopirit.
✅ Skarn
Endapan emas yang terbentuk di kontak antara intrusi batuan beku dengan batuan karbonat (seperti batu kapur).
✅ Laterit
Di daerah tropis, pelapukan batuan yang sangat kuat bisa meninggalkan konsentrasi emas di dalam tanah merah (laterit) tanpa terlihat adanya bongkahan kuarsa yang jelas.
![]() |
| Tanah laterit. |
✍️ Catatan Penting
Jika kamu melihat urat kuarsa yang tampak "berkarat" (berwarna kecokelatan akibat oksidasi besi), itu biasanya pertanda lebih bagus daripada kuarsa yang putih bersih, karena warna karat tersebut menandakan adanya aktivitas mineralisasi.


Komentar
Posting Komentar