Zona Alterasi Kuning–Merah–Coklat: Jejak Oksidasi yang Menuntun ke Jalur Emas

Zona Alterasi warna disebabkan oleh logam Sulfida yang mengalami proses pelapukan.

Fokus pada zona alterasi warna kuning, merah, hingga kecoklatan karena warna tersebut sering menandakan proses oksidasi dan pelapukan mineral sulfida yang berasosiasi dengan endapan logam, termasuk emas.

Berikut penjelasan geologinya:

1️⃣ Indikasi Zona Oksidasi (Gossan)

Warna kuning–merah–coklat biasanya berasal dari:

πŸ‘‰ Limonit

πŸ‘‰ Hematit

πŸ‘‰ Goetit

Mineral-mineral ini terbentuk dari pelapukan sulfida seperti pirit dan kalkopirit di zona yang dikenal sebagai Gossan.

Artinya:

✅ Jika ada gossan di permukaan, sering kali di bawahnya pernah atau masih ada mineralisasi sulfida.

2️⃣ Jejak Sistem Hidrotermal

Alterasi warna tersebut sering berkaitan dengan:

✍️ Zona rekahan

✍️ Struktur sesar

✍️ Jalur fluida hidrotermal

Fluida inilah yang membawa emas dan logam lain naik ke permukaan lalu mengendap di rekahan atau urat kuarsa.

3️⃣ Emas Tidak Tersebar Merata

Emas biasanya terkonsentrasi di:

πŸ‘‰ Kontak urat kuarsa

πŸ‘‰ Zona breksiasi

πŸ‘‰ Rekahan teroksidasi

Zona alterasi warna mencolok membantu mempersempit area sampling agar tidak asal gali.

4️⃣ Perubahan Kimia Batuan

Warna tersebut menunjukkan:

πŸ‘‰ Reaksi kimia aktif

πŸ‘‰ Pergantian mineral asli

πŸ‘‰ Lingkungan yang pernah “panas dan bereaksi”

Itu tanda batuan pernah dialiri fluida pembawa logam.

πŸ”¨ Kesimpulan Singkat

Fokus ke zona alterasi kuning–merah–coklat karena: 

✔ Indikasi bekas sulfida
✔ Petunjuk jalur fluida emas
✔ Membantu efisiensi sampling
✔ Sering berada dekat struktur sesar

Kalau Anda berada di perbukitan atau tebing sesar, biasanya zona ini lebih jelas terlihat dibanding tanah biasa.



Komentar