Mencari Zona Sesar di Lapangan

Fitur ini paling menyerupai Sesar Mendatar (Strike-Slip Fault).

Mencari zona sesar (fault zone) di lapangan itu kuncinya membaca pola struktur, bukan hanya lihat batu pecah. Berikut cara praktis dan sistematis:

1️⃣ Amati Pola Topografi (Dari Jauh Dulu)

Sebelum pegang palu, lihat bentang alam:

✔ Lembah lurus memanjang

✔ Sungai yang mengikuti garis lurus panjang

✔ Tebing terjal sejajar

✔ Perubahan arah sungai mendadak

Sesar sering membentuk garis lurus panjang di permukaan.

2️⃣ Cari Zona Batuan Hancur

Di lapangan, zona sesar biasanya:

✅ Batuan lebih rapuh dari sekitarnya

✅ Banyak fragmen (breksi sesar)

✅ Ada gouge (material halus seperti tanah lempung)

✅ Tidak kompak seperti batuan utuh

Jika satu jalur panjang isinya batu hancur → patut dicurigai sesar.

3️⃣ Temukan Bidang Licin (Fault Plane)

Ciri khas:

✅ Permukaan rata & licin

✅ Ada goresan sejajar (slickenlines)

✅ Kadang mengkilap

✅ Itu bukti geseran nyata.

4️⃣ Perhatikan Warna & Alterasi

Zona sesar sering:

✍️ Berwarna coklat/merah (oksida besi)

✍️ Ada silisikasi (keras & kuarsa banyak)

✍️ Ada mineral sulfida

Fluida hidrotermal suka lewat jalur sesar.

5️⃣ Cek Arah Struktur

Gunakan kompas geologi:

✅ Ukur strike & dip

✅ Ikuti jalur yang sama beberapa meter atau ratusan meter

✅ Jika konsisten → kemungkinan sesar regional.

6️⃣ Perhatikan Kontak Batuan Berbeda

Jika tiba-tiba:

✅ Andesit bertemu batuan sedimen

✅ Granit menempel ke batuan metamorf

✅ Tanpa gradasi → kemungkinan ada sesar.

💰 Jika Tujuannya Cari Emas

Zona sesar yang bagus biasanya: 

✔ Ada kuarsa mengikuti jalur

✔ Ada pirit/limonit

✔ Ada persilangan sesar

✔ Ada perubahan tekanan (belokan sesar)

Persilangan & belokan sesar sering jadi titik kadar tinggi.

📌 Ringkasan Lapangan Cepat

Kalau mau cepat identifikasi:

✍️ Garis lurus + batu hancur + alterasi + kuarsa = kandidat kuat zona sesar.



Komentar