![]() |
| Kuarsa dengan mineral logam Sulfida - Kalkopirit. |
Kesalahan dalam pengolahan material menggunakan tromol sering kali berujung pada kerugian biaya operasional dan hilangnya nilai emas yang seharusnya bisa tertangkap.
Berdasarkan logika kimia dan fisik, berikut adalah beberapa kesalahan fatal yang sering terjadi:
1. Kesalahan Urutan dan Manajemen pH
Banyak kegagalan terjadi karena kondisi kimia di dalam tabung tidak stabil sebelum merkuri dimasukkan.
✅ Abaikan Penggunaan Kapur (Lime)
Tidak menggunakan kapur tohor untuk menetralkan asam pada material sulfida akan membuat merkuri menjadi "sakit" atau terfragmentasi.
✅ Urutan Bahan Kimia yang Terbalik
Memasukkan bahan pembersih atau aktivator di waktu yang salah dapat menghambat proses amalgamasi. Pengkondisian pH harus dilakukan di awal untuk mengikat unsur pengganggu.
✅ Penggunaan Soda Ash yang Berlebihan
Jika digunakan terlalu dini atau dosisnya tidak tepat, soda ash bisa membuat lumpur terlalu licin sehingga gesekan antara material dan peluru menjadi tidak maksimal.
2. Penanganan Merkuri yang Kurang Tepat
Merkuri adalah media penangkap yang sangat sensitif terhadap tekanan fisik dan kontaminasi kimia.
✅ Merkuri "Tepung" (Flouring)
Kesalahan fatal memasukkan merkuri bersamaan dengan peluru besi (grinding balls). Hantaman besi akan memecah merkuri menjadi butiran mikroskopis yang tidak bisa menyatu kembali, sehingga emas terbawa hanyut bersama limbah (tailing).
✅ Suhu Air yang Dingin
Menggunakan air yang terlalu dingin membuat merkuri menjadi kurang aktif atau "malas". Air dengan suhu hangat kuku (sekitar 40°C–50°C) jauh lebih efektif untuk meningkatkan daya rekat merkuri terhadap emas.
✅ Merkuri yang Kotor
Menggunakan kembali merkuri yang sudah jenuh atau terkontaminasi lemak/minyak tanpa dibersihkan terlebih dahulu akan menurunkan efektivitas tangkapan secara drastis.
3. Masalah Teknis Operasional
Hal-hal mekanis yang sering dianggap sepele namun berdampak besar pada perolehan:
✅ Kecepatan Putaran (RPM) Tidak Sesuai
Putaran yang terlalu cepat menyebabkan material menempel di dinding tabung karena gaya sentrifugal, sedangkan terlalu lambat membuat material tidak tergerus sempurna.
✅ Rasio Air dan Material (Slurry)
Lumpur yang terlalu kental akan menghambat pergerakan merkuri untuk bertemu butiran emas. Sebaliknya, lumpur yang terlalu encer membuat merkuri cepat mengendap di dasar tanpa sempat berinteraksi dengan material.
✅ Waktu Penggilingan yang Kurang
Menghentikan proses sebelum mineral pengunci (seperti kuarsa atau sulfida) hancur sempurna membuat emas "bebas" tidak muncul ke permukaan untuk ditangkap merkuri. Dengan kata lain, material belum halus 200 mesh
4. Tidak Melakukan Pembersihan Peluru
Membiarkan peluru besi tetap di dalam tabung saat fase amalgamasi adalah kesalahan teknis. Sebaiknya peluru besi diganti dengan batu sungai yang bulat halus pada tahap akhir untuk membantu proses pencampuran merkuri tanpa menghancurkannya.
Tips Tambahan:
Selalu gunakan alat bantu seperti pH meter digital untuk memastikan kondisi dalam tromol benar-benar ideal (biasanya di kisaran pH 10-11 untuk material sulfida) sebelum merkuri diturunkan.
Mengandalkan insting tanpa data teknis adalah penyebab utama pembengkakan biaya produksi.

Komentar
Posting Komentar