Ciri-Ciri Zona Sesar yang Berpotensi Mengandung Endapan Emas

Singkapan Kuarsa mengisi batuan induk.

Pada banyak endapan emas hidrotermal, zona sesar merupakan salah satu target utama karena dapat menjadi jalur naiknya fluida pembawa emas. Namun, tidak semua sesar mengandung emas, sehingga perlu dipadukan dengan pemetaan dan pengambilan sampel.

Ciri-ciri zona sesar yang layak diperiksa antara lain:

✅ Banyak rekahan dan retakan yang diisi urat kuarsa atau urat karbonat.

✅ Batuan hancur (breksi sesar) atau material halus hasil penghancuran (fault gouge).

✅ Alterasi hidrotermal di sekitar sesar, seperti silisikasi, serisitisasi, argilik, atau kloritisasi.

✅ Adanya mineral sulfida, misalnya pirit, arsenopirit, kalkopirit, atau galena, meskipun keberadaannya tidak selalu berarti ada emas.

✅ Oksidasi kuat di permukaan, ditandai warna cokelat, merah, atau kuning akibat pelapukan sulfida (gossan).

✅ Persilangan dua sesar atau rekahan, karena sering menjadi lokasi terbentuknya ruang terbuka yang mendukung pengendapan mineral.

✅ Perubahan arah atau pelebaran sesar, yang dapat menjadi tempat fluida melambat dan mengendapkan emas.

✅ Float kuarsa dan bongkah termineralisasi yang tersebar mengikuti arah sesar.

Di lapangan, urutan kerja yang baik adalah:

1. Identifikasi arah dan jejak sesar.

2. Cari alterasi dan urat kuarsa yang mengikuti sesar.

3. Periksa keberadaan sulfida atau gossan.

4. Lakukan pemetaan dan ambil sampel secara sistematis untuk dianalisis.

✍️ Kesimpulan

Zona sesar adalah target eksplorasi yang sangat penting, tetapi keberadaan emas hanya dapat dipastikan melalui sampling dan analisis, bukan hanya dari penampilan struktur geologi.



Komentar