![]() |
| Tidak ada aturan bahwa zona sesar yang berpotensi mengandung emas hanya berada di bukit, gunung, atau sungai. Ketiganya bisa menjadi lokasi yang tepat. |
Zona sesar dapat dijumpai di bukit, gunung, maupun sungai. Namun, untuk eksplorasi lapangan, peluang menemukannya biasanya lebih besar di lokasi yang memiliki singkapan batuan yang baik.
Urutan lokasi yang umum diperiksa adalah:
1. Lereng bukit dan punggungan gunung – sering memiliki singkapan batuan yang memperlihatkan rekahan, urat kuarsa, dan alterasi hidrotermal sehingga struktur sesar lebih mudah dikenali.
2. Tebing sungai – sungai memotong batuan dan sering membuka singkapan yang sebelumnya tertutup tanah. Ini merupakan tempat yang sangat baik untuk mengamati sesar, breksi sesar, urat kuarsa, maupun zona alterasi.
3. Lembah lurus yang memanjang – pola lembah yang sangat lurus dalam jarak jauh kadang mengikuti jalur sesar.
4. Tebing jalan atau bekas galian – jika ada, lokasi ini juga sering memperlihatkan struktur batuan dengan jelas.
Beberapa tanda lapangan yang perlu dicari meliputi:
👉 Urat kuarsa mengikuti satu arah yang jelas.
👉 Batuan retak-retak atau hancur (breksi sesar).
👉 Zona alterasi berwarna putih, kuning, merah, atau cokelat.
👉 Kehadiran mineral sulfida atau gossan.
👉 Mata air yang muncul mengikuti garis lurus juga dapat mengindikasikan adanya rekahan atau sesar, meskipun bukan bukti adanya emas.
✅ Kesimpulannya
Tidak ada aturan bahwa zona sesar yang berpotensi mengandung emas hanya berada di bukit, gunung, atau sungai. Ketiganya bisa menjadi lokasi yang tepat. Namun, tebing sungai dan lereng bukit yang memiliki singkapan batuan segar umumnya merupakan tempat terbaik untuk mengidentifikasi struktur sesar, kemudian potensi emas harus dibuktikan melalui pemetaan dan pengambilan sampel.

Komentar
Posting Komentar